Gorontalo ( Jendelahukum Net ), Menjelang pelaksanaan Rembuk Paripurna Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Gorontalo yang dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan *November 2026* mendatang, gelombang dukungan dari akar rumput terus mengalir. Ratusan petani dan nelayan dari 6 Kabupaten/Kota se-Provinsi Gorontalo secara terbuka meminta kepada *Bapak Yusbar Ismail* untuk bersedia maju sebagai Calon Ketua DPD KTNA Provinsi Gorontalo Periode 2026-2031.
Permintaan tersebut bukan datang dari elit, melainkan murni aspirasi dari masyarakat tani dan nelayan yang merasa membutuhkan sosok pemimpin KTNA yang benar-benar memahami penderitaan petani di lapangan.
Petani Jagung dari Kabupaten Gorontalo* mengatakan, “Kami petani jagung di Gorontalo sudah lama kenal Pak Yusbar Ismail. Beliau orang lapangan, bukan orang kantor. Beliau paham harga jagung anjlok, pupuk langka, dan alat alsintan susah. Kami butuh Ketua KTNA seperti beliau yang berani bicara keras di depan pemerintah untuk kepentingan petani. Kami dari kelompok tani di Limboto, Telaga, Batudaa, minta beliau maju.”
Nelayan dari Kabupaten Pohuwato dan Boalemo* menambahkan, “Nelayan Gorontalo sering dilupakan. Solar langka, hasil tangkapan murah, ombak besar tidak ada perhatian. Kami lihat Pak Yusbar Ismail adalah sosok yang peduli, tidak hanya untuk petani tapi juga untuk kami nelayan pesisir Biluhu, Batudaa Pantai, Kwandang, Anggrek. Kami nelayan Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara sepakat mendukung beliau. Tolong Pak Yusbar, jangan tolak permintaan kami.”
PERWAKILAN PETANI MILENIAL & PETERNAK:*
Petani Milenial Bone Bolango dan Kota Gorontalo* menegaskan, “KTNA Gorontalo butuh penyegaran, butuh figur baru yang energik, punya jaringan luas sampai ke pusat, dan dekat dengan anak muda tani. Pak Yusbar Ismail kami nilai mampu. Kami petani milenial, kelompok wanita tani (KWT), dan peternak ayam, sapi di Bone Bolango dan Kota Gorontalo butuh Ketua KTNA yang bisa bawa program hilirisasi dan akses modal KUR yang mudah. Sosok itu ada di Pak Yusbar Ismail.”
*ALASAN UTAMA PETANI & NELAYAN MEMINTA YUSBAR ISMAIL MAJU:*
Berdasarkan rembuk kecil yang dilakukan petani dan nelayan di 6 Kabupaten/Kota, ada 5 alasan utama mengapa Bapak Yusbar Ismail didesak maju:
*1. Figur Merakyat dan Dekat dengan Akar Rumput:*
Bapak Yusbar Ismail dikenal tidak berjarak dengan petani dan nelayan. Beliau sering turun langsung ke sawah, ke tambak, ke laut, mendengarkan keluhan tanpa protokoler.
*2. Memahami Persoalan Riil Petani & Nelayan Gorontalo:*
Mulai dari kelangkaan pupuk bersubsidi, harga jagung yang tidak stabil, mahalnya pakan ternak, sulitnya BBM nelayan, hingga minimnya alat tangkap modern. Beliau paham betul.
*3. Memiliki Jaringan Kuat di Tingkat Daerah dan Nasional:*
Petani dan nelayan butuh Ketua KTNA yang bisa membuka pintu ke Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan DPR RI. Bapak Yusbar Ismail dinilai memiliki akses tersebut.
*4. Mampu Menjembatani Kepentingan Petani dengan Pemerintah:*
KTNA adalah mitra strategis pemerintah. Dibutuhkan Ketua yang mampu bersinergi, tidak hanya kritik, tapi juga memberi solusi, mengawal program food estate, program nelayan tangkap, dan program ketahanan pangan Presiden Prabowo.
*5. Sosok Pemersatu 6 Kabupaten/Kota:*
Gorontalo terdiri dari 6 DPC KTNA. Selama ini ada kesan terpecah. Petani dan nelayan melihat Bapak Yusbar Ismail sebagai sosok pemersatu, yang bisa merangkul semua DPC: Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, Boalemo, Pohuwato, dan Gorontalo Utara.
*MENJELANG REMBUK PARIPURNA NOVEMBER 2026:*
Rembuk Paripurna KTNA Provinsi Gorontalo pada November 2026 nanti merupakan forum tertinggi KTNA di tingkat provinsi untuk memilih Ketua DPD KTNA Provinsi Gorontalo yang baru, menyusun program kerja 5 tahun ke depan, dan menetapkan delegasi ke Rembuk Paripurna Nasional.
Masyarakat tani dan nelayan berharap Rembuk Paripurna nanti berjalan demokratis, jujur, dan mengedepankan aspirasi dari bawah, bukan hasil lobi-lobi elit di atas.
“Kami akan kawal Rembuk Paripurna November nanti. Kami sudah sepakat, dari petani jagung di Limboto, petani padi di Boalemo, petani kelapa di Gorut, sampai nelayan di Pohuwato, satu suara: *YUSBAR ISMAIL HARUS MAJU JADI KETUA.
Hingga rilis ini diterbitkan, Bapak Yusbar Ismail yang dikonfirmasi oleh media menyatakan masih mempertimbangkan dengan matang permintaan dari masyarakat tani danh nelayan tersebut dan meminta doa restu dari seluruh keluarga besar KTNA.
( Redaksi )
