Bandar Lampung ( jendelahukum. net ), Kepemimpinan dan rasa tanggung jawab terhadap bangsa yang begitu mendalam kembali ditunjukkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam momen pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) XVII yang digelar di Bandar Lampung, Rabu (10/6), Presiden menyampaikan pernyataan yang tegas dan sarat makna: ia berjanji tidak akan pernah lepas mengawasi perjalanan Indonesia, bahkan ketika suatu saat nanti dirinya telah dipanggil menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa.
Pernyataan tersebut disampaikan secara lugas dengan gaya bicara khasnya yang tegas namun akrab, disambut riuh sorakan dan tawa peserta yang memenuhi ruangan pertemuan. Presiden menggambarkan bentuk pengawasan itu secara gamblang, seolah ingin menanamkan kesadaran mendalam kepada seluruh generasi penerus bangsa agar senantiasa berpegang teguh pada amanah dan nilai kebangsaan.
“Saya nanti, kalau sudah beristirahat di Hambalang pun, saya tetap memantau kalian semua dari atas. Selama saya belum dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, tentu saya terus berjuang mengawal negara ini. Namun, meski suatu saat saya sudah dipanggil, percayalah, saya tetap melihat dan memantau langkah kalian. Kalau ada di antara kalian yang berbuat sembarangan, berbuat kurang ajar terhadap bangsa ini, jangan salahkan kalau suatu malam saya turun langsung mencari kalian,” ujar Prabowo disambut antusiasme hadirin.
Pernyataan itu kemudian dipertegas kembali dengan pesan yang lebih berat dan serius, sebagai peringatan sekaligus pengingat akan konsekuensi dari setiap tindakan yang dapat merusak persatuan dan cita-cita negara. Presiden tidak ragu menegaskan batas yang tidak boleh dilanggar oleh siapa pun, tanpa terkecuali.
“Ingat baik-baik pesan saya ini. Jangan pernah main-main dengan kedaulatan dan kehormatan negara. Kalau sampai ada yang berani melanggar janji, berkhianat terhadap bendera Merah Putih dan Pancasila, percayalah, saya tidak akan tinggal diam. Sekalipun sudah tiada, saya akan turun dan mencari orang yang berani menyakiti bangsa ini,” tegasnya dengan nada mantap.
Pernyataan ini muncul sebagai pengingat kuat bagi para pengusaha muda dan seluruh elemen masyarakat bahwa cinta tanah air bukanlah sekadar ucapan, melainkan komitmen seumur hidup. Kehadiran Presiden dalam ajang HIPMI ini juga bertujuan membangun kesadaran bahwa pengusaha muda memiliki peran strategis dalam memajukan perekonomian dan menjaga keutuhan NKRI.
Pernyataan yang unik dan penuh semangat ini pun dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial, menjadi topik pembicaraan hangat, serta disorot sebagai wujud nyata rasa memiliki yang tak tergantikan dari seorang pemimpin terhadap negaranya dan rakyatnya.
Tagar: #prabowo #indonesia #kepemimpinan #komitmen #negara #viral #trending #beritanasional
( Bung Nuel )
