Demak Jateng ( jendelahukum. net ), Makam Mbah Karta yang dianggap keramat dan diyakini sebagai cikal bakal Desa Gajah, Kecamatan Gajah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, tiba-tiba menjadi pusat perhatian warga. Terletak di Jalan Kuda, Pringgodani, tepatnya di belakang Pabrik Rajungan dekat jalur Pantura KM Demak-Kudus, situs sejarah ini kini dikelola oleh tiga orang juru kunci, yakni Bapak Jolo Rekso, Edi, dan Mocik.
Menurut keterangan Bapak Jolo Rekso selaku kepala juru kunci, Mbah Karta adalah tokoh pertama yang mendiami wilayah tersebut sekaligus penyebar dakwah agama di daerah ini. Hingga kini, makam itu tetap dijaga dan dirawat dengan penuh tanggung jawab.
Setiap bulan Suro, makam ini selalu menjadi tujuan ribuan peziarah dari dalam maupun luar daerah. Secara rutin digelar kegiatan haul dan pembacaan manakib yang berlangsung khidmat. Untuk pelaksanaan haul tahun ini, panitia berencana mengundang sejumlah tokoh masyarakat terkemuka di Demak agar acara semakin bermakna dan bermanfaat.
Meski memiliki nilai sejarah dan sosial yang tinggi, kondisi fasilitas di sekitar makam dinilai masih terbatas. Oleh karena itu, para juru kunci dan warga sekitar menyampaikan harapan tegas agar pemerintah memberikan perhatian serius. Mereka memohon bantuan pembangunan sarana dan prasarana agar makam ini tertata lebih baik, layak, dan memberikan kenyamanan bagi siapa saja yang datang berziarah.
( Bung Nuel )
