MAKASSAR — Jendelahukum.net – Pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) pertama Ikatan Alumni (IKA) UPTD SPF SMP Negeri 21 Makassar menjadi momentum bersejarah bagi seluruh alumni. Selain menjadi ruang untuk menyatukan kembali para alumni dalam satu wadah, Mubes tersebut juga diwarnai dinamika forum serta sejumlah masukan yang dinilai penting demi menjaga kualitas pelaksanaan musyawarah.
Salah satu dinamika dalam persidangan datang dari kader alumni tahun 1994, Yusri Yunus, SH., MH., yang akrab disapa Bung Yusri. Sosok yang sehari-hari berprofesi sebagai advokat atau pengacara muda di Kota Makassar itu menyampaikan sejumlah catatan saat mengikuti jalannya persidangan Mubes.
Dalam forum tersebut, Yusri mempertanyakan kesiapan perangkat persidangan, khususnya terkait tidak tersedianya palu sidang yang akan digunakan oleh pimpinan sidang dalam memimpin jalannya Mubes.
Menurutnya, persoalan tersebut sebaiknya terlebih dahulu dikembalikan kepada forum untuk mendapatkan kesepakatan bersama. Apakah persidangan dapat dilanjutkan dalam kondisi tanpa palu sidang atau forum memberikan kesempatan kepada panitia untuk menyiapkan perangkat persidangan sebelum Mubes kembali dilanjutkan.
Bagi Yusri, persoalan tersebut bukan semata-mata mengenai keberadaan sebuah palu sidang. Lebih dari itu, ia melihat Mubes pertama IKA SMP Negeri 21 Makassar sebagai momentum penting yang akan menjadi bagian dari sejarah dan cerminan kebersamaan para alumni.
“Ini Mubes pertama. Karena itu, bagaimana kita menjaga prosesnya agar berjalan baik, tertib dan menjadi kebanggaan seluruh alumni,” demikian pesan Yusri dalam forum tersebut.
Ia menilai SMP Negeri 21 Makassar memiliki sejarah dan kenangan tersendiri bagi para alumninya. Sekolah tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan yang melahirkan banyak kader dan alumni yang saat ini telah berkiprah di berbagai bidang.
Hal senada juga disampaikan Kepala SMP Negeri 21 Makassar dalam sambutannya. Kepala sekolah berharap keberadaan IKA dapat menjadi mitra yang bersinergi dengan sekolah untuk membawa SMP Negeri 21 Makassar semakin maju dan berjaya di masa mendatang.
Harapan tersebut kemudian menjadi perhatian Yusri Yunus. Ia berharap kepemimpinan IKA yang lahir dari Mubes pertama mampu menjawab harapan sekolah sekaligus menjaga hubungan emosional seluruh alumni dengan almamater.
Dalam perjalanan persidangan, Yusri Yunus kemudian dipercaya peserta Mubes menjadi salah satu presidium sidang. Dari posisi tersebut, ia menyampaikan pesan khusus kepada calon ketua yang kemudian dipercaya memimpin IKA SMP Negeri 21 Makassar, yang merupakan adik tingkatnya dari alumni tahun 1995.
Yusri menekankan pentingnya loyalitas, integritas, kapasitas dan kapabilitas seorang pemimpin organisasi alumni.
Menurutnya, seorang ketua alumni tidak hanya membutuhkan jabatan, tetapi juga rasa memiliki yang kuat terhadap almamater. Ia mengutip sebuah pepatah yang menurutnya relevan untuk menggambarkan hubungan antara alumni dan sekolah.
“Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta, dan tak cinta maka tak memiliki,” ungkapnya.
Bagi Yusri, rasa memiliki tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata untuk membesarkan organisasi alumni sekaligus memberikan kontribusi positif bagi SMP Negeri 21 Makassar.
Ia juga meminta calon ketua untuk memperkenalkan dirinya secara jelas kepada seluruh peserta Mubes. Menurutnya, hal itu penting agar para alumni dapat mengetahui latar belakang, pengalaman, kapasitas dan kapabilitas calon pemimpin yang akan diberikan amanah.
“Kalau kamu tidak akan pernah dikenal orang kalau bukan kamu sendiri yang memperkenalkan dirimu. Maka perkenalkanlah dirimu, siapa dirimu sekarang, supaya kita semua yakin dan percaya terhadap kemampuanmu untuk menjadi pemimpin kami,” pesan Yusri.
Di sisi lain, Yusri Yunus mengaku memberikan apresiasi terhadap visi, misi, program kerja serta komitmen yang disampaikan calon ketua terpilih.
Ia berharap seluruh gagasan tersebut tidak berhenti sebatas penyampaian dalam forum Mubes, tetapi dapat diwujudkan melalui program nyata yang memberikan manfaat bagi alumni maupun almamater.
Yusri juga menitipkan harapan besar agar SMP Negeri 21 Makassar dapat semakin maju dan berjaya bersama para alumninya. Menurutnya, harapan tersebut memang bukan sesuatu yang ringan, tetapi justru harus menjadi tantangan bersama.
Untuk menggambarkan semangat tersebut, Yusri kembali menyampaikan sebuah perumpamaan.
“Jadilah seperti burung rajawali yang mampu terbang tinggi ke mana-mana, jangan seperti burung angsa yang hanya mampu mengepak-ngepakkan sayap tetapi tidak mampu terbang tinggi,” tuturnya.
Pesan itu menjadi refleksi agar IKA SMP Negeri 21 Makassar ke depan tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu bergerak, berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi almamater.
Mubes pertama IKA SMP Negeri 21 Makassar akhirnya menjadi ruang bertemunya kembali berbagai generasi alumni. Perbedaan pandangan dan dinamika dalam forum menjadi bagian dari proses menuju terbentuknya organisasi yang diharapkan mampu menyatukan seluruh alumni.
Bagi para alumni, Mubes bukan sekadar memilih seorang ketua. Lebih jauh, Mubes menjadi awal dari sebuah perjalanan baru untuk menjaga silaturahmi, membangun kolaborasi dan bersama-sama menghidupkan kembali rasa memiliki terhadap almamater.
Di penghujung Mubes, Yusri Yunus juga menitipkan harapan besar kepada ketua IKA SMP Negeri 21 Makassar yang terpilih, seraya membawa semangat dan suara teman-teman Alumni Angkatan 1994. Sebagai bagian dari angkatan yang telah lebih dahulu menapaki perjalanan sebagai alumni, Yusri berharap kebersamaan lintas angkatan dapat terus terjaga dan menjadi kekuatan dalam membesarkan IKA serta membawa nama baik SMP Negeri 21 Makassar.
Harapan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Alumni Angkatan 1994 hadir bukan sekadar sebagai bagian dari sejarah perjalanan almamater, tetapi juga ingin terus mengambil bagian dalam membangun, mengawal dan mendukung perjalanan IKA SMP Negeri 21 Makassar ke depan.
Bersama ketua alumni yang baru, Yusri mewakili teman-teman Angkatan 1994 berharap seluruh alumni dapat menyatukan langkah, menjaga loyalitas terhadap almamater, serta menjadikan IKA sebagai rumah bersama bagi seluruh generasi alumni.
“Satu Hati, Satu Visi, Satu Almamater.”
Sumber: Yusri Yunus, SH., MH.
Penulis: Kanda Ali
